Ammonia Fuel

Beberapa hari yang lalu saya sempat bertemu dan berdiskusi dengan sorang yang sangat ahli dalam bidang teknologi. Ada beberapa topik diskusi menarik yang sempat dibahas antara lain:

1. Penggunaan pupuk urea

Menurutnya penggunaan pupuk urea seharusnya mulai ditinggalkan karena berbahaya untuk kesuburan tanah. Sebagai penggantinya harus berbasis organik.

2. Penggunaan Amonia sebagai bahan bakar (ammonia fuel)

Kita semua tahu bahwa bahan bakar minyak semakin menipis cadangannya dan semakin mahal. Amonia (NH3) yang dicairkan pada tekanan sama dengan tekanan gas elpiji mampu menggantikan bensin dan solar. Selain lebih murah bahan bakar amonia (ammonia fuel) tidak menghasilkan gas CO2, jadi lebih hijau.

Apa paduan antara keduanya? Ternyata bahan baku pembuatan pupuk urea adalah gas amonia. Jadi kalau amonia dijual sebagai bahan bakar maka pabrik pupuk tetap hidup. Pertanyaannya adalah siapa yang ingin menggunakan amonia sebagai bahan bakar?

Apakah perlu dilakukan modifkasi pada mesin yang digunakan? Terpikirkan untuk menggunakan amonia sebagai pengganti solar pada mesin diesel. Ternyata ide ini sudah mulai dikembangkan juga diluar negeri. Bahkan sudah ada asosiasi penggunanya, nh3 fuel association. Konsep nh3 fuel association didasari pada beratnya resiko ketergantungan pada bahan bakar berbasis fosil seperti bensin dan diesel. Jadi ide untuk menggunakan amonia sebagai pengganti diesel sangat valid, mungkin tidak 100% menggantikan diesel tetapi sekurang-kurangnya mengurangi penggunaan diesel.

Jadi mungkinkah amonia digunakan pada pembangkit tenaga listrik diesel, pltd? Menjawab pertanyaan tadi tidak sulit, pasti bisa karena:

1. pemakaian amonia lebih murah.

2. konversi pltd untuk memakai amonia tidak mahal karena hanya merubah di intake saja tidak di mesin.

3. tidak ada buangan gas CO2.

Produksi amonia pabrik pupuk tidak perlu dikurangi bahkan ditambah. Pabrik pupuk tidak hanya jualan pupuk tetapi juga amonia. PLTD dengan menggunakan amonia lebih murah menghasilkan listrik, lebih hijau karena tidak mengeluarkan gas CO2. Ketergantunahn terhadap bahan bakar fosil menurun dan tidak perlu import, ingat kita masih import bbm.

Ide menarik yang perlu kita dipikirkan baik-baik. Semoga menjadi masukan yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.